Marhaban Ya Sahabat Fillah

Info Islamic Blog | Mimbar Dakwah Online

AL MARUF

Mimbar Dakwah Online

MARHABAN YA RAMADHAN KARIM

Segenap aktivis dakwah ALMARUF menucapkan "Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1434 Hijriah"

Komunitas Blogger Jogja

Blogger Jogja Berhati Nyaman

Komunitas Blogger Pelajar Kota Jogja

Wadah rembugan para Blogger Pelajar #kotajogja

Rabu, 24 Oktober 2012

Fadhilah Puasa Arafah

Assalamu'alaykum
Ahlan wa sahlan.

Tidak terasa kita sekarang telah masuk di bulan Dzulhijjah dan sebentar lagi hari raya Idul Adha akan tiba. Sebelum Idul Adha tiba, marilah kita membersihkan diri dengan berpuasa Arafah di tanggal 9 Dzulhijjah, atau untuk tahun 2012 ini akan jatuh pada tanggal 25 Oktober 2012 Masehi.

Puasa Arafah ini di sunnah kan bagi ummat Islam yang tidak sedang melakukan ibadah haji di tanah suci dan tujuannya adalah untuk menghormati para jemaah haji yang sedang berwukuf di padang Arafah. Fadhilah atau manfaatnya antara lain adalah menghapuskan dosa kecil setahun sebelum dan setahun sesudahnya selain itu, kita juga dapat di jauhkan Allah dari api neraka selama 70 tahun.
Rasulullah S.A.W bersabda “Saya berharap kepada Allah agar dihapuskan (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.” (HR Muslim). Tapi kita juga tidak boleh berfikir kalau dosa kita akan dihapus dengan puasa Arafah, lantas kita bebas untukk berbuat dosa.

Sabda Nabi yang lain adalah “Puasa Arafah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan dosa setahunakan datang. Puasa asyuro (10 Muharam) akan menghapus dosa setahun yang lalu” (HR. Muslim). 
“Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arofah. Dan sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah ucapan “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli sya-in qodiir (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Miliki-Nya segala kerajaan, segala pujian dan Allah yang menguasai segala sesuatu)”.” (HR. Tirmidzi, hasan)

Untuk itu marilah kita berpuasa dan marilah kita berbuka puasa dengan mengucap “Dzahabaz zhama-u wabtallatil uruuqu watsabatal ajru insya Allah”  yang artinya : Telah hilang dahaga dan telah basah urat-urat dan telah tetap pahala Insyaa Allah

Semoga dengan kita bepuasa Arafah esok hari, Allah mengampuni dosa-dosa kecil kita dan menjauhkan kita dari api neraka, dan semoga para jemaah haji yang sedang menunaikan ibadah haji di tanah suci mendapatkan haji yang mabrur untuk selama-lamanya. Bagi sahabat yang belum menunaikan haji, marilah kita berdoa : Allahummarzuqna ziyarotal makkata wal madinata ma'as salamah. Aamiin Yaa Robbal Alamiin.

Wassalamu'alaykum

Jumat, 19 Oktober 2012

Apa Itu Idul Adha ?

Idul Adha (sebutan untuk hari Raya Haji di Republik Indonesia) adalah sebuah Hari Raya Islam. Pada hari ini diperingati peristiwa kurban, yaitu ketika Nabi Ibrahim yang bersedia untuk mengorbankan puntranya Ismail A.S. untuk Allah SWT, dan ketika Beliau hendak menyembelih, maka dengan izin Allah, posisi Ismail yang sudah terbaring digantikan dengan seekor domba yang gemuk bernama Gibas.

Pada hari raya ini, umat Islam berkumpul pada pagi hari untuk melakukan Sholat Ied bersama-sama di tanah lapang. Seperti ketika merayakan Idul Fitri. Setelah sholat, dilakukan penyembelihan hewan kurban, untuk memperingati perintah Allah kepada Nabi Ibrahim yang menyembelih domba sebagai pengganti putranya. Hari Raya Idul Adha jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah, hari ini jatuh persis 70 hari setelah perayaan Idul Fitri. Hari ini juga beserta hari-hari tasyrik diharamkan untuk berpuasa bagi umat Muslim.

Pusat perayaan Idul Adha adalah sebuah desa kecil di Arab Saudi yang bernama Mina, di dekat Makkah Al-Mukarromah. Disini ada tiga tiang batu yang melambangkan iblis dan harus dilempari batu oleh umat Muslim yang sedang menunaikan Ibadah Haji.

Hari Idul Adha adalah puncaknya ibadah Haji yang dilaksanakan umat Muslim. Bahwa bila umat Islam meyakini, bahwa pilar dan inti dari ibadah Haji adalah wukuf di Arafah. Sementara hari Arafah itu sendiri adalah hari ketika para jemaah haji di tanah suci sedang melakukan wukuf di Arafah. Sebagaimana sabda Nabi S.A.W : Dalam hadist yang dituturkan oleh Husain bib Al-Harits al-jadali berkata, bahwa amir Makkah pernah menyampaikan khutbah, kemudian berkata : Rasulullah S.A.W telah berpesan kepada kami agar kami menunaikan ibadah haji berdasarkan ru'yat (hilal Dzulhijjah). Jika kami tidak bisa menyaksikanya, kemudian ada dua saksi adil (yang menyaksikannya), maka kami harus mengerjakan manasik berdasarkan kesaksian mereka. (HR Abu Dawud, Al-Baihaqi dan Ad-Daruquthni. Ad-Daruquthni berkomnetar, "Hadis ini isnadnya bersambung, dan shahih)

Hadis ini menjelaskan : Pertama, bahwa pelaksanaan ibadah haji harus didasarkan kepada hasil ru'yat hilal 1 Dzulhijjah, sehingga kapan wukuf dan Idul Adhanya bisa ditetapkan. Kedua, pesan Nabi kepada amir Makkah, sebagai penguasa wilayah, tempat perhelatan haji dilaksanakan, untuk melakukan ru'yat, jika tidak berhasil, maka ru'yat orang lain, yang menyatakan kesaksiannya kepada amin Makkah.

Nah, menyongsong Idul Adha kali ini, apa yang sahabat sudah persiapkan ? bagi yang hendak ber kurban semoga kurbannya diterima Allah dan dapat kita tunggangi untuk menuju surga nantinya. Aamiin

Kamis, 18 Oktober 2012

Beo dan Kiyai Pelafadz Laa Ilaaha Ilallah

"Suatu sore seperti biasanya Kiyai dan beo itu berjalan keliling pesantren sambil menzikirkan Laa Ilaaha Illallaah. Kiyai mengucapkannya dengan sepenuh khusyuk dalam hati. Sementara si beo mengucapkannya dengan suara keras. Namun tiba-tiba, seekor kucing melompat dari arah pohon jambu. Dengan sekali terkam kepala dan leher burung beo itu sudah terkulai diterkam taringnya . Si beo yang tadinya sedang berulang-ulang mengucapkan Laa Illaha Illallaah, tiba-tiba menjerit kuat dan mengeluarkan suara aslinya dengan penuh ketakutan.

"Keook..keook..keook...!"

Bagai tidak mempedulikan apapun kata si beo, kucing besar itu terus lari dengan leher beo tergigit ketat pada mulutnya. Hanya ketakutan si beo yang semakin jauh kian lirih terdengar, "Keook..keook..keook...!"

Melihat kejadian itu Kiyai terpegun dan pucat. Tiba-tiba tubuhnya rubuh dan pingsan. Para santri segera mengusung Kiyai kembali ke rumahnya. Setelah diberikan kolonye wangi Kiyai pun sadar dari pingsannya. Namun beliau malah menangis dengan tangisan yang sungguh menyayat hati.

"Janganlah terlalu sedih Kiyai. Nanti kita carikan burung beo yang lain. Insya Allah di pasar ada banyak burung beo yang jauh lebih baik. Nanti biar kami yang mengajarkannya mengucapkan "Laa Illaaha Illallaah, atau Subhanallah, atau Allahu Akbar", hibur para santrinya.

Sang Kiyai masih terus menangis bahkan dengan rintihan yang lebih menyayat. Setelah berhasil menguasai perasaannya, iapun berkata kepada para santrinya.

"Jika kalian menyangka bahwa aku bersedih karena kehilangan seekor burung beo, maka kalian sungguh keliru! Justru aku sedih karena menyaksikan betapa beo yang fasih dan tidak putus-putusnya mengucapkan Laa Illaaha Illallaah hanya bisa terkeok-keok ketika kucing menerkam lehernya. Aku khawatir kita ini setiap hari melatih diri dengan mengucapkan kalimat tersebut sebanyak-banyaknya. Namun ketika malaikat maut kelak "menerkam" kita, akankah kita masih bisa mengucapkan Laa Illaaha Illallaah, atau malah terkeok-keok seperti beo itu.

Mendengar ucapak Kiyai kini malah seluruh santri yang mengangis. Mereka semua ketakutan jika tidak dapat mengucapkan Laa Illaaha Illallaah ketika maut menjemput. Padahal kalimat itu sajalah yang akan menjamin keselamatan seseorang dari azab kubur dan dari api neraka, untuk kemudian masuk ke dalam syurga.

Ikhwah fillah....sudah sejauh manakah tertanam Laa Ilaaha Illallaah dalam hati kita? Sudah merasa cukupkah kita dengan membacanya seratus kali sehabis shalat Maghrib dan Subuh dengan cepat dan tergesa-gesa bagai motor yang sedang balapan. Hanya tiga pertamanya saja yang kita ucapkan dengan betul dan perlahan. Setelah itu pada ucapan ke empat dan seterusnya kita membacanya dengan ngebut tanpa mempedulikan lagi kefasihannya, makhrajnya apa lagi makna dan hikmahnya.

Jumat, 12 Oktober 2012

Ayat 1000 Dinar, Ayat Kunci dari Permasalahan

Ayat 1000 dinar merupakan sebagian dari ayat kedua dan sebagian dari ayat ketiga Surah At-Talaq. Banyak orang menganjurkan supaya mengamalkan ayat ini untuk memperoleh kejayaan atau keuntungan.

Tak sedikit pula para pedagang mempergunakan ayat 1000 dinar ini sebagian usaha mereka, dengan harapan agar usahanya bertambah maju. Dan secara praktiknya penghafalan ayat ini untuk dibaca di waktu yang sesuai, misalnya seperti selepas shalat wajib maupun sunnahnya. Namun memang kita tidak boleh menjadikannya tindakan yang kurang tepat. maksudnya ayat 1000 dinar ini jangan diagung-agungkan, karena yang paling agung dari segala-galanya yang ada hanya Sang Maha Pencipta, yakni Allah SWT.