Marhaban Ya Sahabat Fillah

Info Islamic Blog | Mimbar Dakwah Online

AL MARUF

Mimbar Dakwah Online

MARHABAN YA RAMADHAN KARIM

Segenap aktivis dakwah ALMARUF menucapkan "Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1434 Hijriah"

Komunitas Blogger Jogja

Blogger Jogja Berhati Nyaman

Komunitas Blogger Pelajar Kota Jogja

Wadah rembugan para Blogger Pelajar #kotajogja

Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Desember 2013

Pro dan Kontra Akan Hukum Mengucapkan "Selamat Natal"



Assalamu'alaykum

Menjelang perayaan Natal oleh para kaum Nasrani, banyak umat Islam yang bimbang akan hukum mengucapkan kata "Selamat Natal" kepada kerabat atau tetangga Nasrani. Di masyarakat telah beredar dua kabar berbeda akan hukum pengucapan kata ini, begitu juga dengan para ulama. Ulama konteporer saat ini memiliki dua pendapat yang berbeda, ada yang menghalalkan bersyarat, tapi ada juga yang tetap mengharamkan.

Pengucapan kata tersebut telah masuk kepada masalah aqidah, dan untuk mempelajari hukum dari masalah tersebut dibutuhkan pengkajian yang mendalam melalui dalil dan akal manusia.

Pendapat para ulama:

1. "Selamat Natal adalah perkataan yang haram diucapkan oleh muslimin"
Ibnu Taimiyah, Ibnul Qoyyim dan para pengikutnya seperti Syeikh Ibn Baaz, Syeikh Ibnu Utsaimin rahimahullah serta ulama lainnya seperti Syeikh Ibrahim bin Muhammad al Huqoil berargumen bahwa mengucapkan selamat Hari Natal hukumnya adalah haram karena perayaan ini adalah bagian dari syiar kaum Nasrani. Allah tidak meridhoi adanya kekufuran terhadap hamba-Nya. Sesungguhnya didalam pengucapan selamat kepada mereka adalah tasyabbuh (menyerupai) dengan mereka dan hal tersebut adalah haram.

Ulama tersebut juga berpendapat bahwa kaum Muslimin harus menjauhi ibadah-ibadah kaum kafir supaya tidak terjerumus kedalam lubang kemusyrikan. Selain itu kaum muslimin juga dilarang melakukan atau ikut dalam kegiatan kegiatan mereka karena dapat menyebabkan tasyabbuh.

2. "Boleh, tapi ...."
Tak sedikit pula ulama yang membolehkan pengucapan kata tersebut. Akan tetapi dengan beberapa syarat, diantaranya:
  • Dengan ucapan tersebut dapat meyakinkan bahwa Islam adalah agama yang damai, dan dapat membawa kaum Nasrani tersebut tertarik kepada Islam.
  • Orang-orang Nasrani tersebut merupakan orang yang cinta kedamaian dan menghargai keberadaan kaum muslimin.
  • Ingin menjaga hubungan dan toleransi antara kerabat, tetangga, dan teman sepergaulan.
  • Ingin membalas ucapan "Selamat Hari Raya Idul Fitri" yang mereka ucapkan. Dengan dalil:
         
وَإِذَا حُيِّيْتُم بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّواْ بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا ﴿٨٦﴾

Artinya : “Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, Maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.” (QS. An Nisaa : 86) 

Selain itu, pemilihan kalimat juga harus diperhatikan, dalam mengucapkan kata tersebut dilarang keras untuk menggunakan kata yang mengukuhkan agama mereka.
Para kaum Nasrani juga sering memberikan hadiah kepada para kerabat dan rekan-rekannya, apabila kita diberi oleh mereka daripada hadiah tersebut, maka bolehlah kita menerima hadiah tersebut karena Rasullullah SAW dahulu sering menerima hadiah dari kaum kafir asalkan hadiah tersebut bukanlah hal yang diharamkan bagi umat Islam.

Demikian sedikit informasi yang dapat kami berikan. Terlepas dari perbedaan dua pendapat tersebut, hanyalah diri Anda yang dapat menentukan apakah Anda akan mengikuti pendapat pertama atau pendapat kedua. Asalkan diri anda yakin dengan keputusan Anda.

Terimakasih telah membaca artikel dari kami mengenai "Pro dan Kontra Akan Hukum Mengucapkan Selamat Natal".

Kamis, 19 Desember 2013

Teknik Membuang Pikiran Negatif



Assalamu'alaykum

Manusia tak luput dari kesalahan dan kekhilafan. Terkadang kita sering berpikiran negatif terhadap suatu hal. Bila ditijau secara psikologis, berpikiran negatif ternyata dapat memperpendek umur kita. Untuk itulah kita harus memerangi berpikiran negatif. Kali ini kita akan mengulas mengenai Teknik Membuang Pikiran Negatif.

Cara Pertama
Menjauhi segala sebab yang dapat menimbulkan hal tersebut seperti menonton film, membaca cerita porno atau berita tentang terjadinya pemerkosaan, begitu juga melihat gambar porno, serta menjaga pandangan dari melihat wanita (apa lagi di negeri kita porno aksi sebagai santapan yang biasa dinikmati), semoga Allah melindungi kita dari fitnah wanita dan fitnah dunia.

Kedua,
Mengambil pelajaran dari kisah para nabi atau orang sholeh yang mampu menjaga diri ketika dihadapkan kepada fitnah wanita, seperti kisah nabi Yusuf ‘alaihissalam, betapa beliau saat digoda oleh wanita yang bangsawan lagi cantik, tapi hal itu tidak mampu menebus tembok keimanan beliau, bahkan beliau memilih untuk ditahan dari pada terjerumus ke dalam maksiat.

Ketiga,
Ingat akan besarnya pahala diri di sisi Allah yang dijanjikan bagi orang yang mampu menjaga kehormatan diri sebagaimana yang disebutkan dalam hadits tujuh golongan yang akan mendapat naungan dari Allah pada hari yang tiada naungan kecuali naungan Allah disebutkan di antaranya adalah seorang pemuda yang diajak untuk melakukan zina oleh seorang wanita cantik lagi bangsawan, anak muda itu menjawab: “Aku takut pada Allah”. Di samping mengingat tentang balasan yang akan diterimanya dalam surga yaitu bidadari yang senyumnya berkilau bagaikan cahaya, silakan baca bagaimana kecantikan bidadari yang diceritakan Allah dalam Al Quran.

Keempat,
Ingat betapa besarnya azab yang akan diterima bagi orang yang melakukan zina silakan baca ayat-ayat dan hadits-hadits yang mengharamkan zina, seperti yang disebutkan dalam hadits bawa para pezina akan diazab dalam gerbong yang berbentuk kerucut, yang arah kuncupnya ke atas di bawahnya dinyalakan api bergelora dan membara, mereka melayang-layang dalam gerbong yang berbentuk kerucut tersebut karena disembur api dari bawah, tapi tidak bisa keluar karena lobang atas gerbong itu sangat kecil. Mereka berteriak dan memekik sekuat-kuatnya, sehingga pekik satu sama lainnya pun menyiksa. Semoga Allah menjauhkan kita dari api neraka.

Kelima,
Menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat, jangan banyak menyendiri dan berkhayal. Di samping selalu berdoa kepada Allah supaya dihindarkan dari berbagai maksiat.

Keenam,
Bila memiliki kemampuan untuk berkeluarga ini adalah jalan yang paling terbaik yang dianjurkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, bila tidak mampu maka usahakan berpuasa Senin Kamis, wallahu a’lam.


Demikian tips sederhana yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat dan semoga Allah selalu melindungi dan membimbing kita menuju ke jalan yang benar. Terimakasih telah membaca artikel kami mengenai "Teknik Membuang Pikiran Negatif"

Jumat, 16 Agustus 2013

Semangat Kemerdekaan Tak Lepas dari Ajaran Islam

Assalamu'alaykum

Sebagian orang menyebut bulan Agustus adalah bulan kemerdekaan. Sebutan itu dikarenakan pada bulan ini, tepatnya tanggal tujuh belas merupakan tanggal proklamasi kemerdekaan Indonesia. Berbulan bulan lamanya BPUPKI dan PPKI mempersiapkan kemerdekaan negara Indonesia. Banyak pihak saling membantu dan membahu hingga pada detik-detik menjelang proklamasi kemerdekaan Negara Kesatuan Indonesia.

Ir. Soekarno dan Moh Hatta merupakan dua tokoh yang sejak awal memiliki peran penting terhadap kemerdekaan. Namun mereka tak sendiri, dibelakang mereka terdapat ulama-ulama besar yang mendampinginya. Mereka berusaha untuk memproklamasikan kemerdekaan dengan landasan Firman Allah pada surat Al-Isra ayat 81, berikut



Setelah melalui proses yang begitu panjang, akhirnya pada 17 Agustus 1945 Ir. Soekarno dan Moh Hatta memproklamirkan kemerdekaan negara Indonesia. Namun ternyata pemilihan tanggal tujuh belas oleh Ir. Soekarno memiliki makna yang sangat erat dengan ajaran Islam.
Pada tanggal 17 Ramadhan Allah Subhanahu wa ta'ala menurunkan Al-Qur'an kepada Nabiyullah Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Begitu juga dengan jumlah bilangan rakaat sholat fardhu dalam sehari semalam yang berjumlah 17.
Ini membuktikan bahwa Islam ada dibalik berdirinya negara Indonesia ini.

Douwes Dekker pernah mengatakan: "Kalau tidak ada semangat Islam di Indonesia,sudah lama kebangsaan yang sebenarnya lenyap dari Indonesia"

Tak hanya itu, lini depan pasukan Indonesia juga dipimpin oleh ulama-ulama besar seperti Jenderal Soedirman dan Bung Tomo. Indonesia patut bersyukur karena dari awal kita telah memiliki landasan orang-orang yang memiliki sifat nasionalis-santri. Sifat tersebut telah dibuktikan oleh Bung Tomo yang mengatakan "Kita bersyukur Allah telah mengajarkan kita untuk bertakbir" karena dengan takbir yang dipimpin oleh Bung Tomo, bambu runcing dapat mengalahkan senjata otomatis dari lawan.

Sebagai umat Islam dan warga negara yang baik kita dituntut untuk melaksanakan pendidikan bela negara. Karena mencintai tanah air juga merupakan salah satu dari iman dan ibdah.

Sabtu, 04 Mei 2013

Taqwa dengan Sebenar-benar Taqwa

Assalamu'alaykum

"Yaa ayyuhalladzi na amanu ittaqullaha khaqqotuqotihi, wa laa tamu tunna illa wa antum muslimun"
Kalimat tersebut mungkin sudah sangat familiar bagi para ikhwan yang rajin menghadiri majelis Jum'at
Ayat ke 102 dari surah Ali Imran tersebut berwasiat kepada para orang beriman untuk  bertaqwa dengan sebenar-benar taqwa, dan janganlah sekali kali mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

Dari ayat tersebut kita dapat menemukan makna tersirat, betapa pentingnya taqwa itu. Kita harus senantiasa bertaqwa, karena taqwa kunci dari segala amal ibadah.
Taqwa sendiri hanya dimiliki oleh orang-orang yang beriman, pada awal ayat Allah SWT menyeru kepada orang orang yang beriman dengan seruan "Yaa ayyuhalladzi na amanu, ittaqullaha khaqqotuqotihi," yang berarti "Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu sekalian kepada Allah dengan taqwa yang sebenar benarnya"
Pada penggalan selanjutnya "wa laa tamu tunna illa wa antum muslimun" dengan makna "dan janganlah kamu sekali-kali mati melainkan dalam keadaan beragama Islam"

Pada suatu hari yang panas saat Khalifah Umar ibn Khattab mengadakan perjalanan dari Madinah ke Mekkah. Ditengah-tengah Gurun Sahara beliau menjumpai seorang anak laki-laki kecil yang kumuh, kotor, dan bahlul sedang menggembala kambing yang sangat banyak.
Khalifah Umar berniat untuk menguji seberapa besar taqwa bocah tersebut.

 "Hai bocah, jual lah salah satu dari domba mu kepada ku, lalu aku akan memberimu berpuluh puluh dinar untukmu" seru Umar.
Lalu bocah itu menjawab, "Wahai tuan, domba-domba ini bukan milikku. Aku hanya menggembala domba milik majikanku".
Dengan nada menggoda Umar menjawab "Kau katakan saja pada majikanmu, salah satu dari domba ini sudah mati diterkan harimau".
Bocah yang tadinya hanya menunduk, sesaat setelah mendengar perkataan Umar dia langsung menengadahkan kepalanya dan dengan tegas menjawab "Wahai tuan! Fa ainAllah?". Bocah itu berusaha menggertak Umar, dia sadar bahwa majikannya memang tidak akan mengetahui kalau kambingnya dibeli Umar, namun Allah mengetahuinya dan dia berkata "Fa ainAllah?" lalu bagaimana dengan Allah? Allah Maha Mengetahui sega;a yang diperbuat hamba-Nya.
Mendengar ucapan si bocah, Umar kaget dan terharu. Betapa besarnya taqwa bocah ini. Lalu Umar minta si bocah mengantarkannya ke rumah si majikan, disana Umar memberikan puluhan dinar untuk si majikan dan akhirnya si bocah terbebas dari status budaknya.

Sahabat se-Islam, bocah bodoh dan udik seperti itu saja sadar bahwa Allah Maha Mengetahui, betapa besar taqwa yang dimilikinya. Kita sebagai insan terpelajar seharusnya dapat membenahi taqwa kita kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa.

Semoga kisah tersebut dapat membawa kita menuju jalan ketaqwaan yang benar-benar taqwa. Aamiin

Minggu, 24 Maret 2013

Hukum Mempertahankan Harta Warisan

Assalamu'alaykum
Seringkali kita kehilangan harta karena diambil orang maupun hilang tak diketahui. Kita tentu merasa sangat kecewa dan merasa tak berdaya untuk melawan si pengambil. Atau kita juga sering menjumpai orang yang mengatakan kita gila harta karena terlalu posesif dalam menjaga dan mempertahankan harta.
Dalam Islam sendiri telah dijelaskan dengan sejelas-jelasnya oleh Rasulullah SAW dalam hal mempertahankan harta. Abu Hurairah R.A mengisahkan : 
"Datang seorang laki-laki kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dan menanyakan: "Ya Rasulullah! Bagaimana menurutmu, kalau datang seseorang hendak mengambil hartaku?" Jawab Nabi: "Jangan egnkau berikan hartamu kepadanya!" Tanya laki-laki: "Bagaimana menurutmu, kalau dia memerangiku?" Nabi menjawab: "Perangi dia!". Tanya laki-laki: "Bagaimana kalau dia membunuhku?" Nabi menjawab: "Maka engkau mati syahid!" Laki-laki bertanya: "Bagaimana kalau saya membunuhnya?" Nabi menjawab: "Maka dia masuk neraka"
Jadi hukum untuk menjaga dan mempertahankan harta sangat dianjurkan oleh Rasul. Terlebih itu adalah harta warisan. Harta warisan berarti amanah yang diberikan oleh orang tua untuk dijaga dan dipertahankan dengan  berpegangan kepada hadist diatas. Dan apabila ada yang ingin mengotak-atik warisan terlebih ingin menguasai warisan padahal dia tidak mempunyai hak untuknya, maka bolehlah kita melawannya dengan niat untuk menjaga amanah lillahita'ala. Jihad fii sabilillah.

Jumat, 08 Maret 2013

Iman yang Sesungguhnya

Assalamu'alaykum

Tolak ukur keimanan seseorang tak bisa dilihat hanya dari cara bicaranya saja. Tak dapat pula dilihat dari perbuatan. Akan tetapi iman yang sesungguhnya ada di dalam hati dan keyakinan.
Orang yang lisannya banyak menghafal dalil dan hadist belum tentu masuk surga. Orang yang membela Islam mati-matian pun belum tentu pula masuk ke surga.

Sebagaimana paman Rasulullah SAW, Abu Thalib. Semasa hidupnya Abu Thalib berjuang hingga mempertaruhkan nyawa demi keponakannya. Abu Thalib meyakini ke-Rasulan Muhammad, Abu Thalib meyakini agama Allah. Namun semasa hidupnya, Abu Thalib enggan mengucapan kalimat syahadat.

Saat Abu Thalib mengalami sakaratul maut Baginda Nabi mendatanginya seraya berkata kepada pamannya. "Wahai paman, ucapkanlah kalimat Laa ilaaha illallah" Namun Abu Jahal dan Abdullah ibn Abi Umayyah mengatakan "Wahai Abu Thalib, apakah kamu mau meninggalkan agama yang telah dibawa oleh nenek moyang mu?". Baginda Nabi mengatakan kalimat yang sama hingga tiga kali, sebanyak itu pula baginda mendapat jawaban yang sama dari mereka. Dan akhirnya ruh Abu Thalib diangkat dan dia tidak mengucapkan kalimat syahadat. Baginda Rasul bersabda “Sungguh aku akan memohonkan ampun bagimu wahai pamanku, selama aku tidak dilarang oleh Allah"

Tak lama kemudian, Allah menegur Nabi Muhammad dengan menurunkan firman-Nya:



 “Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak bisa memberikan hidayah (ilham dan taufiq) kepada orang-orang yang engkau cintai. Akan tetapi Allah memberikan hidayah tersebut kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya. Dan Allah lebih mengetahui siapa yang berhak untuk mendapatkan hidayah”

Jadi dalam keimanan kita tidak boleh setengah-setengah, harus dilakukan sepenuhnya. Dari lisan, perbuatan, dan keyakinan.

Kamis, 07 Maret 2013

Besarnya Perasaan Zuhud Nabi Sulaiman

Assalamu'alaykum


Nabi Sulaiman alaihis salam merupakan Nabi yang mendapat karunia dari Allah berupa kerajaan yang besar lagi jaya. Nabi Sulaiman memiliki bala tentara yang tidak hanya terdiri dari manusia saja, akan tetapi beliau juga memiliki tentara dari bangsa jin, hewan, dan angin. Namun dibalik kekayaan Nabi Sulaiman, beliau masih mempunyai rasa zuhud atau lebih menganggap remeh dunia dan mengutamakan akhirat. Hal itu tertera di Qur’an Surat Shaad ayat 30

 
Nabi juga manusia yang dapat memiliki kesalahan, namun setiap seorang Nabi hendak melakukan kesalahan pasti Allah menegurnya.

Pernah suatu ketika Nabi Sulaiman terpaku dengan kuda-kudanya yang sangat indah dan gagah. Beliau memperhatikan kuda-kuda yang sedang berlarian dengan gagahnya. Di saat Nabi Sulaiman memandangi kegagahan kudanya ternyata beliau menyadari bahwa saat beliau memperhatikan kudanya hati Nabi Sulaiman menjadi lupa dengan Allah. Seketika Allah menyadarkan hati Sulaiman, lalu Sulaiman memerintahkan kepada para abdi dalem istananya untuk membawa kembali kuda-kuda yang berlarian tersebut.


Dengan sigap Sulaiman menebas leher dan kaki kudanya dengan pedang yang sangat tajam dikarenakan merekalah yang telah membuat Sulaiman lalai terhadap Tuhannya. Beliau memukul-mukul leher dan urat-urat nadi setiap kudanya dengan punggung pedang yang dimilikinya.
Setelah beliau melakukan hal itu, Allah menggantikan segala kuda-kudanya dengan kemampuan Nabi Sulaiman mengendalikan angin atas ijin Allah. Dengan mengendarai angin tersebut Nabi Sulaiman dapat pergi kesana kemari dengan cepat, bahkan lebih cepat daripada saat Nabi Sulaiman menaiki kuda-kudanya. Sungguh sesungguhnya Allah memiliki rencana yang amat indah dibalik apa yang kita perbuat.

Di jaman yang modern ini hal tersebut dapat kita terapkan untuk memupuk rasa zuhud dan menjaga kadar taqwa kita kepada Allah. Jika godaan yang ada di jaman Nabi Sulaiman berupa kudanya, kita yang hidup di jaman serba modernisasi ini memiliki cobaan dan rintangan berupa teknologi yang semakin canggih. Kita harus dapat mengimbangi perkembangan teknologi untuk tetap hidup, akan tetapi kita juga dituntut untuk dapat menggunakan teknologi tersebut se bijak-bijaknya. Jangan sampai kita terlena hingga membuat kita lalai terhadap Tuhan kita.

Sebagai insan yang beriman, sudah selayaknya kita mencontoh perilaku Nabi Sulaiman untuk berzuhud. Terkadang kita tidak menyadari bahwa rencana Allah jauh lebih baik dari apa yang kita kira. Allah memberikan kita berdasarkan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita mau.
Semoga kita semua termasuk hamba yang pandai bersyukur dan dijauhkan Allah dari api neraka yang bergejolak. Aamiin

Kamis, 28 Februari 2013

Pikirkan dan Syukurilah

Assalamu'alaykun
Ingatlah bahwa setiap nikmat yang Allah anugerahkan kepada kita. Dia akan melipatgandakan nikmat tersebut dari ujung rambut sampai ke bawah telapak kakinya.

 
Kesehatan badan, keamanan negara, sandang pangan, udara dan air, semuanya tersedia   dalammhidup kita. Namun begitulah, Anda memiliki dunia, tetapi tidak pernah menyadarinya. Anda menguasai kehidupan, tetapi tak pernah mengetahuinya.
Kesehatan badan, keamanan negara, sandang pangan, udara dan air, semuanya tersedia   dalammhidup kita. Namun begitulah, Anda memiliki dunia, tetapi tidak pernah menyadarinya. Anda menguasai kehidupan, tetapi tak pernah mengetahuinya.
{Dan, Dia menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu lahir dan batin.} (QS. Luqman: 20)

Anda memiliki dua mata, satu lidah, satu bibir, dua tangan, dan dua kaki.
{Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?} (QS. Ar-Rahman: 13)
Apakah Anda mengira bahwa, berjalan dengan kedua kaki itu sesuatu yang sepele, sedang kaki acapkali menjadi bengkak bila digunakan jalanterus menerus tiada henti? Apakah Anda mengira bahwa berdiri tegak di atas kedua betis itu sesuatu yang mudah, sedang keduanya bisa saja tidak kuat dan suatu ketika patah? 
Maka sadarilah, betapa hinanya diri kita manakala tertidur lelap, ketika sanak saudara  di   sekitar Anda  masih banyak yang tidak bisa tidur karena sakit yang mengganggunya? Pernahkah Anda merasa nista manakaladapat menyantap makanan lezat dan minuman dingin saat masih banyak orang di sekitar Anda yang tidak bisa makan dan minum karena sakit?

Disadur dari kitab La Tahzan