Minggu, 04 Agustus 2013

Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 2013 Jatuh Pada 8 Agustus, Bagaimana Pemerintah?

Assalamu'alaykum

Awal puasa ramadhan tahun 2013 ini, umat muslim di Indonesia kembali mengalami perbedaan yakni antara warga Muhammadiyah dan juga keputusan yang diambil oleh Pemerintah. Sementara untuk jatuhnya Hari Raya Idul Fitri, belum dapat dipastikan apakah akan Lebaran bersamaan atau kembali berbeda.

Namun, Muhammadiyah telah menetapkan bahwa tanggal 8 Agustus 2013 adalah Tanggal 1 Syawal, atau datangnya perayaan Idul Fitri 1434 Hijriah.
Seperti yang dilansir Detikcom, Din Syamsuddin selaku Ketua PP Muhammadiyah telah menegaskan bahwa ketetapan Idul Fitri yang akan berlangsung pada tanggal 8 Agustus telah diambil, jadi Warga Muhammadiyah akan merayakan Lebaran pada tanggal 8 Agustus bulan ini.
Menurutnya, jatuhnya tanggal 8 Agustus sebagai Hari Raya Idul Fitri telah diambil berdasarkan perhitungan ilmiah. Yaitu sudah ada konjungsi matahari, sehingga tidak diperlukan lagi melihat hilal karena sudah diperhitungkan.

Din juga mengatakan jika terdapat perbedaan dengan Pemerintah mengenai jatuhnya Lebaran 2013 kali ini, dirinya meminta agar perbedaan tersebut tetap dihargai.
Sementara Pemerintah Republik Indonesia dan Nahdatul Ulama (NU) baru mendapatkan jadwal sidang isbat yang akan dilaksanakan tanggal 7 Agustus. Seperti yang dikatakan Sekretrais Bimas Islam Kementrian Agama kepada Merdeka (31/7).
Selain itu, akan dilakukan pemantauan rukyatul hilal di beberapa daerah yang tersebar di seluruh Indonesia sebelum sidang isbat dilaksanakan. Amin menegaskan, ingin mendapatkan hasil yang benar-benar aktual.

Kepastian Hari Raya Idul Fitri dari Pemerintah, secara resmi baru akan diumumkan setelah sidang isbat yang akan dilaksanakan pada tanggal 7 Agustus nanti selesai. Berbeda ataupun tidak, semoga ukhuwah tetap terjaga, karena hal ini sudah berlangsung bertahaun-tahun tanpa ada solusi yang pasti dari pihak-pihak terkait.

0 komentar:

Posting Komentar

Silakan tinggalkan komentar, komentar yang memuat hal-hal yang memicu perdebatan tidak akan dimoderasi